saat berupaya memadamkan api, Kecamatan Turen (Foto : PPBK Kabupaten Malang for MalangTIMES)

saat berupaya memadamkan api, Kecamatan Turen (Foto : PPBK Kabupaten Malang for MalangTIMES)



Peristiwa memilukan terjadi di kandang ayam yang berlokasi di Kecamatan Turen. Bagaimana tidak, puluhan ribu anak ayam, milik UD Sulasmi yang berlokasi di Dusun Meduran, Desa Undaan ini, dikabarkan mati mendadak, Jumat (3/5/2019) pagi. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun MalangTIMES, penyebab kematian puluhan ribu ayam ini, lantaran terpanggang akibat insiden kebakaran yang terjadi di kandang ayam tersebut. Kepala Seksi PPBK (Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran) Kabupaten Malang, Agus Suyanto menuturkan, insiden kebakaran ini terjadi sekitar pukul 09.00 waktu setempat. 

Usai mendapat laporan, beberapa personel pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian. Selain itu, lima unit mobil pemadam kebakaran yang terdiri dari tiga unit milik PMK Kabupaten Malang, dan 2 unit milik PT Pindad, juga diterjunkan ke lokasi kebakaran. “Api baru bisa dipadamkan sekitar 3 jam paska kebakaran terjadi,” kata Agus. 

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Turen, Iptu Soleh Mas’udi mengaku masih melakukan penyidikan terkait kasus kebakaran tersebut. Berdasarkan keterangan dari bebrapa saksi yang dihimpun polisi, kejadian ini diketahui pertama kali oleh salah satu karyawan UD Sulasmi, yang bernama Agus Wijayanto. 

Diperoleh keterangan, sesaat sebelum kebakaran terjadi, pria yang kini berusia 22 tahun itu, sempat merawat kuthuk (anak ayam) yang ada di lantai tiga. Berselang beberapa saat kemudian, saksi tiba-tiba melihat kepulan asap dari tumpukan sekam yang berada tidak jauh dari kandang ayam. 

“Dari pendalaman kami, sekitar satu minggu lalu tumpukan sekam itu sebenarnya sudah dibakar oleh pemilik UD Sulasmi. Namun diduga karena situasi saat itu sedang terik, membuat sisa sekam kembali terbakar,” kata Soleh kepada MalangTIMES. 

Melihat kejadian tersebut, saksi beserta beberapa karyawan lainnya berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Bukannya padam, api justru semakin membesar dan menjalar hingga ke kandang ayam. Peristiwa ini akhirnya dilaporkan ke perangkat desa setempat, yang kemudian dilanjutkan ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan, petugas gabungan dari PMK Kabupaten Malang, dan Mapolsek Turen, diterjunkan ke lokasi kejadian. Dengan dibantu warga sekitar, amukan si jago merah akhirnya bisa dipadamkan setelah tiga jam kemudian. “Insiden kebakaran ini, tidak sampai menelan korban jiwa,” sambung Soleh. 

Kendati demikian, Sulasemi warga Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, selaku pemilik kandang ayam. Mengalami kerugian hingga milyaran rupiah. Hal ini dikarenakan, sekitar 20 ekor kuthuk yang ditafsir seharga Rp 180 juta miliknya, tewas terpanggang. 

Selain itu, sebanyak 15 unit blower yang jika dinominalkan mencapai Rp 550 juta, juga hangus dilahab kobaran api. Praktis, seluruh bangunan kandang senilai Rp 650 juta milik wanita yang kini berusia 49 tahun itu, juga ludes diamuk si jago merah. “Kasus ini masih dalam tahap pendalaman, total kerugain ditafsir mencapai lebih dari Rp 1,3 milyar,” ujar Soleh.


End of content

No more pages to load