Sekretaris Dinsos Kota Malang, Pipih Triastuti (Foto: Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

Sekretaris Dinsos Kota Malang, Pipih Triastuti (Foto: Pipit Anggraeni/MalangTIMES)



Peningkatan jumlah bayi terlantar di Kota Malang dinilai memprihatinkan. Bagaimana tidak, dari catatan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang jumlah bayi terlantar di tahun 2019 ini tercatat sudah ada 8. Jumlah ini lebih meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang berada di kisaran angka 4-5 bayi.

Sekretaris Dinsos Kota Malang, Pipih Triastuti mengatakan mengingat Kota Malang telah mendapat gelar sebagai Kota Layak Anak tingkat madya, jumlah tersebut dinilai memprihatinkan. Jika terus meningkat bukan tidak mungkin predikat tersebut akan menurun.

Kondisi tersebut disinyalir karena masih banyak kondisi para ibu yang melahirkan bayi dalam keadaan di luar nikah. Menurut dia, seharusnya setiap bayi tetap dirawat dalam keadaan apapun, tetapi kondisi dari setiap orang dalam menghadapi persoalan bisa jadi membuat bayi yang dilahirkan akhirnya terlantar.

"Masalah bayi terlantar di tahun 2019 ini kami mencatat ada 8, 6 hidup dan 2 meninggal. Jangan sampai melebihi ini lah kalau bisa. Segitu itu ya memprihatinkan, kan kasian anak itu tidak berdosa mestinya tetap bisa dirawat dalam keadaan apapun. Tapi memang, kalau anak itu lahir di luar nikah mungkin si ibu bayi ketakutan, akhirnya terjadi seperti itu," ujar dia belum lama ini. 

Meski begitu, Dinsos Kota Malang terus berupaya untuk pencegahan terjadinya bayi terlantar. Salah satunya dengan rutin mengadakan sosialisasi di tingkat kota dengan mengundang pihak kelurahan dan tokoh masyarakat. Karena permasalahan seperti itu, menurut dia tidak cukup hanya dilakukan oleh Dinsos saja.

"Karena tidak bisa jika itu hanya Dinsos saja, keluarga juga sangat penting untuk mendidik anak-anaknya. Kemudian lingkungan, teman-temannya kan kita nggak tahu, ini juga harus saling bersinergi. Di rumah terlihat baik, tapi di luar kan nggak tahu ya namanya pergaulan," imbuhnya.

Lebih lanjut, pihaknya mengharapkan dengan mengundang para tokoh masyarakat tersebut nantinya akan dapat meneruskan informasi di masing-masing wilayahnya. Terutama keluarga dan putra-putrinya. 

"Jadi mereka ini bisa menyampaikan ke jajaran di bawahnya dan lingkungannya, sekaligus ke putra-putrinya. Pokoknya saling mengingatkan bagaimana kehidupan kedepan yang lebih baik," pungkas dia.


End of content

No more pages to load