Suasana saat pelatihan yang dilakukan tim Unikama dalam upaya mengembangkan produk olahan telo di Desa Wonosari. (Unikama for MalangTIMES)

Suasana saat pelatihan yang dilakukan tim Unikama dalam upaya mengembangkan produk olahan telo di Desa Wonosari. (Unikama for MalangTIMES)



Pengabdian kepada masyarakat terus dilakukan Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama). Salah satunya ikut mengembangkan usaha olahan telo khas Gunung Kawi. Apalagi, lereng Gunung Kawi, tepatnya di Desa Wonosari, memiliki potensi sumber daya alam yang sangat melimpah untuk komoditas ubi kuning, ubi ungu, dan ketela.

 Selama ini, meskipun sumber daya melimpah, pengolahannya masih belum maksimal dilakukan oleh masyarakat sekitar. Selama ini, bahan baku ubi hanya dijual secara mentah ataupun dalam olahan rebus dan goreng. 

Jadi, kurang variatif produk olahan telo tersebut. Hal itu juga membuat wisatawan  yang berkunjung ke Gunung Kawi kurang mendapatkan produk olahan telo yang lebih lengkap sebagai oleh-oleh.

Berlatar hal itu, saat ini Farida Nur Kulama bersama dengan tim Unikama, yakni Dr.Sudi Dul AjibMSi  dan Muhammad Nur Hudha, dibantu dari Kemenristek Dikti, tengah fokus dalam pengembangan olahan telo, khususnya telo ungu. Tujuannya agar bisa lebih berkembang dan menarik perhatian para wisatawan yang berkunjung ke Gunung Kawi.

Dalam upaya pengembangan, tim Unikama menggunakan beberapa metode yang dikembangkan untuk melaksanakan kegiatan alih tekonologi diversifikasi produk telo. Yakni kegiatan pelatihan pembuatan, pengemasan dan pemasaran baik secara offline maupun online. Kemudian pelatihan pembuatan produk stik, bakpia dan brownis telo ungu dan diakhiri pelatihan manajemen produksi.

“Semoga  adanya kegiatan ini bisa menambah income masyarakat sekitar dan dapat dijadikan kekhasan daerah Gunung Kawi dalam mengembangkan potensi wisatanya," kata Farida yang merupakan dosen PGSD Unikama.

Senada dengan Farida, Ketua PKK Desa Wonosatri Sri Harianik sangat mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan positif Unikama yangbdibantu  Kemenristek Dikti ini. Menurut dia, kegiatan pelatihan dari tim Unikama tentunya akan membuahkan hasil postif dalam hal peningkatan ekonomi warga sekitar, khususnya warga Wonosari.

Hasil pelatihan oleh tim Unikama tersebut saat ini, telah dihasilkan produk telo yang lebih variatif. Sehingga produk itu bisa menarik minat pengunjung, yakni olahan brownies telo, bakpia telo, dan stik telo ungu.

 

 


End of content

No more pages to load