Suasana imunisasi oleh Petugas Kesehatan Puskesmas Dinoyo di SDN 1 Percobaan Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Suasana imunisasi oleh Petugas Kesehatan Puskesmas Dinoyo di SDN 1 Percobaan Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



Suasana ruang UKS di SDN 1 Percobaan tampak riuh dengan kedatangan petugas kesehatan lengkap dengan alat suntik. Ada yang tampak santai, tapi ada juga yang menangis hingga histeris.

Ya, sebanyak 129 siswa yang terbagi dari kelas 1 dan 2 ini silih berganti mengantre untuk melakukan imunisasi campak yang dilangsungkan hari ini, Jum'at (13/9) oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Dinoyo. Program ini dilakukan dalam rangka BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah).

Kepala Puskesmas Dinoyo, dr Rina Istarowati mengatakan program BIAS sebagai salah satu kegiatan kolaborasi yang mengupayakan kesehatan sekolah. Mulai dari imunisasi, kesehatan lingkungan, promosi kesehatan dan gizi.

"Nah kali ini tahapan pertama imunisasinya adalah terkait campak bagi siswa sekolah," ujarnya.
Ia menjelaskan imunisasi campak bagi siswa sekolah dasar sangat amat dibutuhkan, tentunya untuk memberikan kekebalan tubuh bagi si anak agar terhindar dari penyakit tersebut.


"Kita semua tahu tujuannya untuk memberikan kekebalan kepada masyarakat dan anak-anak. Bawa anak-anak itu adalah generasi penerus bangsa, dia harus bisa mengenyam pendidikan. Dan kesehatan yang menjadi kebutuhan dasar. Nah kalau institusi dan lingkungannya ndak sehat, maka akan mudah sekali terserang penyakit," imbuh dia.

Campak sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, dan dapat cepat menular kepada anak-anak melalui percikan air liur yang dikeluarkan penderita saat batuk atau bersin.

Dengan imunisasi rutin ini diharapkan, seorang anak dapat memahami dan mengetahui manfaat dari imunisasi. Salah satunya untuk kekebalan tubuh tersebut. "Jadi biar anak-anak juga tau dan paham manfaat dari imunisasi bagi tubuhnya. Yang sehat akan selalu sehat, yang sakit bisa mengetahui penanganannya," paparnya.


Salah seorang siswi kelas 2 SDN 1 Percobaan, Mafaza Naurah Aqiilah tampak sedikit tegang saat akan diimunisasi oleh petugas kesehatan. Namun, ia mengaku jika setelah disuntik memang merasakan sakit, tapi dia bisa menahannya. "Sakit, tapi saya nggak nangis. Disuntik biar sehat," ungkapnya malu-malu.

Sementara, Penanggung Jawab UKS SDN 1 Percobaan Devi Retno Palupi menyatakan program BIAS memang rutin dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang melalui puskesmas. Melalui imunisasi tersebut, diharapkan pencegahan penyakit campak pada siswa-siswinya tidak akan terjadi.

"Ya kita berharap ada vaksin ini kan berarti ada pencegahan. Sehingga anak-anak tidak tertular campak lagi. Dan ini juga menambah imunitas anak didik kami juga," ungkap nya.

Tag's Berita

End of content

No more pages to load