Dokter menjelaskan antisipasi penyebaran virus HIV/AIDS di salah satu kafe hiburan malam kawasan wisata Pantai Prigi.

Dokter menjelaskan antisipasi penyebaran virus HIV/AIDS di salah satu kafe hiburan malam kawasan wisata Pantai Prigi.



Puluhan pekerja hiburan malam di kawasan wisata Pantai Prigi, Kabupaten Trenggalek, mengikuti penyuluhan kesehatan dari Puskesmas Watulimo.

Penyuluhan tersebut merupakan serangkaian upaya dari program penyaringan atau screening antisipasi penyebaran penyakit seksual menular di Kabupaten Trenggalek. Pasalnya, para pekerja hiburan malam ini termasuk dalam kelompok berisiko tinggi terjangkit inveksi menular seksual (IMS) hingga HIV/AIDS.

Eko Agus Purnomo selaku koordinator pelaksana program HIV/AIDS Puskesmas Watulimo mengatakan, penyuluhan kepada pekerja hiburan malam ini memang rutin dilakukan setiap tiga bulan sekali.Tindak lanjut pelaksanaan ini, nantinya akan dilakukan screening yang juga rutin dilaksanakan satu tahun sekali.

"Dari pelaksanaan 3 kali screening yang sudah dilakukan pihak puskesmas, akhir ini sudah ditemukan ada tiga pemandu lagu yang positif terjangkit virus HIV dan ada 8 diantaranya terjangkit IMS," ungkap Eko (18/09/19)

Eko menjelaskan, pihaknya mengakui tak mudah memutus rantai penyebaran penyakit seksual menular tanpa kesadaran penderita tersebut. Apalagi para pekerja hiburan malam ini mayoritas berasal dari luar daerah Trenggalek.

Namun pihaknya tetap melaksanakan antisipasi tersebut. Sebab, pada dasarnya penyakit ini masih dapat disembuhkan. 

Puskesmas sendiri selain melakukan pencegahan juga melakukan pengobatan dengan rutin memberikan obat kepada penderita. "Biasanya setelah penderita tersebut sembuh ada yang kembali ke daerah asalnya. Namun juga ada yang karena faktor ekonomi mereka masih bekerja sebagai pekerja hiburan malam. Hanya, mereka berpindah tempat," terangnya.

Diimbuhkan Eko, dari pantauan dan pendataan petugas, terdapat kurang-lebih 24 tempat hiburan malam di seputaran kawasan Pantai Prigi yang hingga saat ini masih aktif. Sedangkan 6 di antaranya sudah tutup. 

 


End of content

No more pages to load