Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Kelurahan Sawojajar, Kota Malang, tengah menjadi perbincangan hangat. Pasalnya, banyak informasi beredar melalui media sosial WhatsApp jika ada  warganya yang positif terjangkit virus corona atau covid-19.

Beredarnya kabar tersebut bahkan hingga saat ini masih ramai. Bahkan ada yang menyebut  kawasan ini menjadi salah satu kawasan zona merah di Kota Malang.

Menanggapi hal tersebut, Kabag Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Malang Nur Widianto menyatakan belum ada kepastian apakah yang tengah ramai di sosial media tersebut merupakan salah seorang PDP (pasien dalam pengawasan) positif covid-19. 

"Saya tidak bisa merujukkan pasien yang berada di Sawojajar karena memang yang dialirkan dan yang saya dapatkan informasinya (berkaitan dengan pasien covid-19) adalah pasien yang sedang dirawat di rumah sakit rujukan yang ada di Kota Malang," ujarnya, Kamis (26/3).

Menurut Nur Widianto, berkaitan dengan ramainya pembicaraan di masyarakat mengenai status zona merah di kawasan Sawojajar tersebut, Pemkot Malang tidak ada kewenangan memberikan label tersebut. Penentuan setiap daerah masuk kategori zona merah berdasarkan ketetapan dari Provinsi Jawa Timur.. Yakni Kota Malang masuk sebagai kategori zona merah karena telah ada pasien yang positif covid-19. Artinya, dengan status tersebut, setiap daerah harus memastikan semua wilayahnya untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Pemkot tidak pernah melabeli kelurahan zona merah. Pedoman kami adalah Kota Malang yang ditetapkan oleh Pemprov Jatim sebagai zona merah. Maka dari itu, kami sampaikan kepada teman-teman wilayah, baik lurah maupun camat, untuk memandang secara sama. Artinya, harus meningkatkan kewaspadaan," imbuhnya.

Lebih lanjut Nur Widianto menyampaikan, setiap kelurahan dan kecamatan di Kota Malang diharapkan terus mengupayakan pencegahan penyebaran penularan covid-19. Yakni, selalu memantau pergerakan setiap warga untuk physical distancing (jaga jarak) dan social distancing.

"Kami juga meminta untuk setiap wilayah di Kota Malang melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan situasi itu. Di antaranya adalah lebih menekankan terkait social distancing," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, data pasien covid-19 di Kota Malang hingga 25 Maret 2020 untuk orang dalam pemantauan (ODP) tercatat 119. Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) ada 9. Rinciannya, 1 pasien positif yang sudah dinyatakan sembuh dan dipulangkan dan 1 pasien positif tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

Kemudian, sisa lainnya tengah menjalani perawatan isolasi di rumah sakit rujukan lainnya dan masih menunggu hasil lab. Yakni, 4 pasien di RS Lavalette, 3 di RKZ atau RS Panti Waluyo, dan 1 pasien di RSUD Kota Malang.