Kabag Pemerintahan Setda kabupaten Tulungagung, Sudarmaji saat diambil daranhnya untuk dites (Joko Pramono for Jatim Times)
Kabag Pemerintahan Setda kabupaten Tulungagung, Sudarmaji saat diambil daranhnya untuk dites (Joko Pramono for Jatim Times)

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo bersama 3 orang anggota satgas Penangglangan Covid-19 berkesempatan mencoba rapid tes covid-19 asal Tiongkok, Kamis (26/3/20).

Selain Maryoto, 3 orang lainya yang di tes dengan rapid tes asal Tiongkok ini adalah Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia, Sekda Kabupaten Tulungagung, Sukaji dan istri Bupati Tulungagung, Siyuk Maryoto Birowo.

Rapid test yang digunakan merupakan kiriman dari pemerintah pusat, berjumlah 10 sampel alat rapid tes.

Anggota Satgas Penanggulangan Covid-19 diberi kesempatan lebih dulu, karena dianggap mereka punya risiko tinggi, lantaran harus berkeliling ke pusat-pusat keramaian dan fasilitas kesehatan, untuk memastikan penanganan berjalan baik.

"Ini kegiatan dadakan, bukan sesuatu yang terprogram," ujar Sekda Kabupaten Tulungagung, Sukaji.

Maryoto Birowo yang menjadi salah satu yang merasakan uji coba rapid test itu mengaku puas. Dengan menggunakan alat ini, hasil tes bisa diketahui dalam waktu 10-15 menit.

Lantaran dianggap efektif, pihakya mengajukan rapid test ini ke pemerintah pusat untuk mempermudah penanganan covid-19.

"Kami sudah mengajukan ke pusat sebanyak-banyaknya. Karena pasien kita juga banyak," terang Maryoto.

Apalagi sebentar lagi Tulungagung akan menghadapi gelombang pekerja Migran Indonesia yang akan mudik saat Idul Fitri Mei mendatang. Mereka otomatis menjadi orang dengan risiko (ODR) dan harus mengisolasi diri. Jika mereka sakit dengan gejala flu, mereka langsung dibawa ke Puskesmas penyangga.

"Makanya para TKI itu kalau sakit segera memeriksakan diri ke Puskesmas-Puskesmas penyangga itu," ujar Maryoto.

Puskesma yang dimaksud adalah puskesmas Pakel, Nagntru, Beji dan kalidawir.

Selain melakukan test dengan rapid test, sejumlah kepala OPD di lingkup Pemkab tulungagug juga di tes darahnya untuk mengatahui kandungan virus dalam tubuhnya. Namun tes ini tidak bisa menyebut secara spesifik virus yang menyerang.

Jika ada yang positif terserang virus, maka disarakan menjalankan tes lanjutkan untuk mendeteksi virus.