Peta terbaru titik kerawanan penyebaran Covid-19 di Jatim
Peta terbaru titik kerawanan penyebaran Covid-19 di Jatim

Penyebaran Covid-19 di Jatim mulai menunjukkan angka yang cukup stabil. Dari awal diumumkan tentang adanya sembilan orang yang positif Kamis (19/3), seminggu setelahnya atau Kamis (26/3) saat ini sudah 59 orang dinyatakan positif.

Dan angka grafiknya dalam tiga hari terakhir ini menunjukkan kenaikan yang tak terlalu tinggi. Berbeda dengan tiga hari awal sejak diumumkan yang kenaikannya cukup signifikan.

Selain itu dibandingkan dengan daerah lain misal Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta, Jawa Timur masih di bawah. Terutama DKI Jakarta yang terbanyak dengan ditemukannya 515 orang yang positif.

"Jadi kalau melihat angka grafiknya sudah mulai melandai. Kemarin 51 positif, sekarang 59," kata Kepala Rumah Sakit Syaiful Anwar Kota Malang dr Kohar Hari Santoso saat diminta menjelaskan angka grafik oleh Gubernur Jatim Khofifah di Gedung Grahadi, Kamis (26/3).

Menurut dia mulai melandainya angka grafik ini berkat adanya pressing ketat di masyarakat. Yang dilakukan oleh pemerintah, polisi dan TNI tentang Social Distancing.

Sementara itu jumlah orang yang terdampak Covid-19 di Jatim saat ini sebanyak 3.335 orang. Dengan status positif sebanyak 59 orang, 221 orang pasien dalam pengawasan (PDP) dan 3.035 orang dalam pemantauan (ODP).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parwansa menambahkan dari delapan tambahan baru tersebut dua dari Surabaya, tiga Sidoarjo, dua Kabupaten Kediri dan satu dari Gresik.

"Dengan demikian jika kita lihat peta, maka Kabupaten Kediri sudah menjadi zona merah, Kabupten Gresik juga jadi zona merah," tuturnya.

"Goodnewsnya, perhari ini yang sembuh ada 7 orang di Jatim. Dan yang terkonfirmasi meninggal 3 orang. 1 di Surabaya 1, di Sidoarjo dan 1 di Malang," imbuh Khofifah kembali.